Sabtu, 25 April 2020

Terucap Yang Tak Terungkap





"Terucap Yang Tak Terungkap"

🍂

Bunyi rintik yang dirindu tak kunjung jua bertamu..
Hanya saja, kulihat tara masih setia menemani ratri yang gundah
Entah sampai kapan atmaku terasa gersang dalam sarayu malam

Akan kah ia datang dengan kebahagiaan ?
Atau luka yang sudah lama terpendam ?

Jeritan bisu ini seolah berucap rindu..
Pada akhirnya kau datang membawa ketenangan qolbu..

Namun kau mengusik banyak kenangan yang tergenang dalam celah lubang
Terurai derai dalam tangisan kesunyian
Membuatku tak lagi pandai menyembunyikan rindu dendam yang memekik tajam..

Aku duduk termenung mendengar kabar tanpa kepastian
Pikiranku halai balai dalam gemuruh hujan
Berucap dengan pipih basah dan mata sayup diterungku malam
Lalu mengaminkan namamu.. sebagai akhir dari sebuah panjatan..




Cirebon, 31 Oktober 2019



Diksi yang digunakan :
Tara                :  Bintang
Ratri               :  Malam
Atma              :  Jiwa
Sarayu           :  Angin
Qolbu             :  Hati
Halai balai    :  Kusut, tidak karuan


Puisi ini saya persembahkan serta saya dedikasikan secara khusus untuk seseorang yang telah mensupport saya sehingga bisa memperoleh peringkat 100 besar dalam mengikuti lomba LOPUNAS tahun 2019. Thank you❤️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terucap Yang Tak Terungkap